Close

April 9, 2017

TIPS MENGELOLA KEUANGAN BISNIS

Maraknya pengusaha-pengusaha sukses akhir-akhir ini tidak terlepas dari bagaimana cara mereka mengatur keuangan usahanya. Tak sedikit pula dari pengusaha-pengusaha yang baru memulai bisnisnya gagal karena tidak dapat mengelola keuangan dengan baik. Oleh karena itu, sangat penting bagi pengusaha untuk dapat melakukan perencanaan keuangan demi kelancaran bisnis mereka. Suatu usaha dikatakan baik apabila sistem akuntansi atau pembukuannya lancar, tepat dan sistematis. Tak terkecuali untuk para pengusaha yang memulai bisnisnya.

Dengan sistem manajemen keuangan yang baik seorang dapat mengetahui bagaimana cara mendapatkan dana dan kapan dana tersebut akan di dapatkan sehingga dana tersebut dapat digunakan dengan efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan.

Manajemen keuangan bisnis bukan hanya sekadar mengatur uang kas saja, manajemen keuangan juga berfungsi untuk mengelola kekayaan dari hasil usaha untuk mendapatkan keuntungan dan memanfaatkan modal usaha untuk pembiayaan operasional usaha yang sedang anda jalankan.

Nah, apabila anda merupakan seorang pebisnis yang baru atau akan menjalankan usaha tak ada salahnya anda melihat tips-tips mengelola keuangan bisnis di bawah ini:

  1. Pisahkan uang pribadi dan uang untuk usaha anda.
    Banyak para pelaku bisnis baru yang tidak mengindahkan hal penting ini. Sekecil apapun bisnis anda, usahakan untuk selalu memisakan uang pribadi dan uang hasil usaha anda agar tidak tercampur. Hal ini berguna untuk menghindari pemakaian pribadi menggunakan uang hasil usaha anda. Apabila hal ini dibiarkan berlarut-larut, tanpa sadar keuntungan usaha anda akan tergerogoti hingga habis tak bersisa sehingga anda tidak memiliki cukup modal untuk membayar biaya operasional usaha anda. Tak sedikit dari para pelaku bisnis baru bertanya-tanya kemana perginya uang hasil usaha mereka? Mungkin ini adalah salah satu jawabannya.

    Ada dua cara yang dapat anda gunakan untuk memisah uang pribadi dan uang bisnis anda, cara yang pertama adalah anda dapat membuka rekening tersendiri untuk menyimpan uang hasil usaha anda. Hal ini sangat efektif dan efisien pasalnya anda dapat mencetak pengeluaran dan pemasukan dari bank dan mencocokannya dengan pembukuan yang anda lakukan. Cara yang kedua, jika anda tidak dapat membuka rekening atau jika lokasi bank cukup jauh dari tempat anda, anda dapat menggunakan alternatif lain yaitu dengan meletakkan uang hasil usaha anda di tempat terpisah misalnya dompet atau amplop yang berbeda.

  1. Buatlah proyeksi keuangan setiap minggu dan setiap bulannya.
    Dengan adanya proyeksi keuangan, anda dapat mengatur kapan waktunya anda mendapatkan uang dari customer atau piutang dan kapan anda harus membayar supplier atau hutang selain itu jadwal anda untuk melakukan pembayaran rutin juga dapat terkontrol dengan baik.
  1. Lakukan pembukuan setiap harinya.
    Anda dapat membuat laporan kas harian yang sederhana untuk mencatat uang masuk atau pendapatan yang anda terima dan pengeluaran dana secara rutin. Dengan membukukan kas setiap harinya, akan meminimalisir terjadinya selisih.
  1. Alokasikan biaya-biaya bulanan.
    Selain biaya operasional anda juga harus mengalokasikan pengeluaran-pengeluaran rutin seperti biaya gaji anda atau karyawan jika ada, biaya pemakaian listrik, pulsa modem dan lain sebagainya. Usahakan untuk mengalokasikan pembiayaan gaji anda serealistis mungkin sesuai dengan kebutuhan anda. Jangan sampai besar pasak dari pada tiang alias besar pengeluaran dari pada pendapatan yang diterima ya.
  1. Jangan terlalu cepat mengambil keputusan untuk membeli asset.
    Asset memang penting dalam melakukan usaha apapun bentuknya. Namun anda haruslah bijak-bijak sebelum membeli asset untuk modal usaha anda terlebih jika anda baru saja memulai bisnis anda dari nol. Lebih baik perbanyaklah barang dagangan anda dengan begitu akan memperlancar arus kas anda . Belilah asset yang sekiranya sangat anda butuhkan untuk menunjang bisnis anda. Anda juga dapat memanfaatkan barang bekas yang sekiranya masih layak untuk digunakan daripada membeli baru yang harganya jauh lebih mahal.
  1. Gunakan keuntungan yang anda peroleh untuk mengembangkan bisnis anda.
    Masih berhubungan dengan poin lima, gunakan keuntungan anda untuk mengembangkan bisnis anda, misalnya menambah produk baru atau apabila keuntungan bisnis anda yang pertama sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan anda, langkah selanjutnya adalah anda dapat memperluas bisnis anda dengan membuka lahan-lahan bisnis baru. Ini dapat anda gunakan sebagai plan B. Harus disadari bahwa dalam dunia bisnis, tidak selamanya anda akan terus mendapat keuntungan, ada kalanya anda merugi. Memiliki bisnis cadangan merupakan hal yang cerdas untuk menghadapi hal semacam itu.
  1. Bijak-bijaklah dalam mengelola keuangan bisnis anda.
    Hal ini dapat anda lakukan dengan membelanjakan hasil keuntungan yang anda peroleh dengan sebaik-baiknya. Dengan arus kas yang lancar, anda tidak kesulitan untuk mendapatkan biaya operasional untuk usaha anda. Dengan pengeluaran dan pemasukan akan lebih terkontrol anda dapat melakukan perencanaan bisnis jangka panjang untuk mengembangkan bisnis anda.
  1. Jangan terlalu cepat mengambil keputusan untuk meminjam dana pada pihak ketiga.
    Boleh-boleh saja anda mengembangkan usaha dengan cara berhutang, namun anda harus memiliki perencanaan jangka panjang yang sudah matang. Sebab, tak jarang para pengusaha justru bangkrut karena tidak sanggup membayar cicilan hutang usaha setiap bulannya. Hal ini disebabkan keuntungan yang diperoleh tidak dapat memenuhi kebutuhan untuk pembiayaan beban usaha.Apabila memang benar-benar dibutuhkan, lakukan survey dan pilihlah pinjaman yang dapat memdanai bisns anda dengan Bunga kecil.
  1. Lakukan cek fisik stock barang anda secara berkala.
    Hal ini berguna untuk menghindari selisih antara barang yang ada dengan laporan keuangan yang anda buat.
  1. Manfaatkan sumber daya manusia yang ada.
    Jangan terburu untuk mencari karyawan jika anda masih baru memulai bisnis anda. Apabila bisnis anda sudah mulai berkembang dan anda sudah merasa overload dengan beban pekerjaan anda, barulah anda dapat merekrut karyawan. Perhitungkan gaji anda dan karyawan anda dengan teliti. Selain itu, rekrutlah karyawan yang multi talent sehingga anda tidak perlu merekrut banyak karyawan untuk mengerjakan pekerjaan yang sebenarnya dapat dilakukan oleh satu atau dua orang saja.
  1. Jangan biarkan uang anda dibawa pulang oleh karyawan anda dengan alasan apapun.
    Nah, apabila anda sudah memiliki karyawan sendiri, usahakan segala macam yang berhubungan dengan keuangan anda yang menghandle. Atau, apabila memang sudah tidak memungkinkan, sediakan brankas dalam kantor anda untuk menyimpan uang kas usaha anda. Dengan begitu karyawan tidak berkesempatan untuk membawa pulang uang hasil usaha dan menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan lupa untuk melakukan pengkontrolan secara berkala mengenai laporan arus kas anda.

Nah itu lah sebelas tips mengelola keuangan bisnis dari kami. Semoga bermanfaat untuk anda.