Close

June 10, 2017

Apa Itu Merkuri dan Hidroquinon dan Bahayanya Bagi Kulit Kita ?

Merkuri dan Hydroquinon adalah dua bahan kimia yang sangat identik dengan berbagai macam kosmetik. Hal ini lantaran banyak sekali orang yang tak bertanggungjawab menambahkan dua komponen kimia berbahaya tersebut pada kosmetik khususnya pemutih kulit.

Merkuri maupun Hidroquinon sendiri memang memiliki khasiat untuk memutihkan. Namun perlu anda ketahui penggunaan Merkuri dan Hydroquinon secara berlebihan pada kulit terutama wajah justru sangat berbahaya dan sama sekali tidak dianjurkan.

Seperti yang kita ketahui setiap wanita ingin memiliki tampilan yang sangat sempurna. Dimana salah satu dambaan wanita adalah memiliki kulit putih dan juga bersih. Sehingga segala cara dilakukan untuk mendapatkan kulit putih bersinar. Banyak cara yang dilakukan mulai dari melakukan perawatan ke salon kecantikan, mendatangi dokter kulit, hingga meminum suplemen obat pemutih yang cenderung instan. Jika anda tak memperhatikan dengan baik suplemen pemutih yang anda konsumsi maka anda perlu berhati – hati. Karena bisa saja suplemen tersebut mengandung merkuri dan hydroquinon. Alih – alih mendapatkan kulit putih bersih bersinar, justru efek jangka panjang kulit anda akan semakin rusak dan tidak bisa diperbaiki kembali.

Sehingga penting bagi anda untuk memperhatikan kandungan yang terdapat pada pemutih yang anda konsumsi selama ini agar terhindar dari sebuah bahaya. Lantas apakah pengertian dari merkuri dan hydroquinon sendiri. Serta apakah bahayanya jika digunakan secara terus menerus. Maka berikut ini akan kami ulas secara detail pengertian dari keduanya dan bahaya yang mengintai jika menggunakan kosmetik yang mengandung Merkuri maupun hydroquinon.

1. Merkuri

Merkuri merupakan cairan logam atau perak yang juga bisa disebut dengan air raksa atau Hydrargyrum. Logam pada jenis ini adalah logam yang muncul dengan sendirinya secara alami. Selain itu merkury adalah satu – satunya logam yang pada suhu kamar yakni 25 derajat celcius akan berubah bentuk menjadi wujud cair. Pada tabel periodik merkuri sendiri memiliki simbol Hg dan bernomor atom 80 serta nomor masa 200.59. Logam murni dari merkuri ini memiliki ciri – ciri keperakan, berbentuk cairan, tak berbau dan sangat mengkilap. Apabila anda memanaskannya pada suhu 37 derajat celcius maka logam merkuri akan menguap.

Bahaya Penggunaan Merkuri

Biasanya merkuri sangat sering ditemukan di beberapa kosmetik terutama pemutih. Cara kerja dari merkuri sendiri adalah dengan mempengaruhi enzim trikinase untuk menghambat tirosin. Dengan terhambatnya tirosin maka secara otomatis pembentukan melanin tak akan terjadi dengan baik sehingga efeknya pun kulit akan menjadi lebih putih dan cerah bersinar. Pada dasarnya penggunaan merkuri sendiri adalah untuk mengilangkan atau menguragi hiperpigmentasi yang terjadi pada kulit. Namun jika merkuri digunakan secara terus menerus dalam jangka panjang justru akan memunculkan sebuah pigmentasi dengan efek permanen.

Pada awal penggunaan kosmetik merkuri memang hasil yang didapatkan sangat cepat. Kulit akan menjadi mulus dan sangat bersih. Namun perlu anda ketahui merkuri yang masuk pada tubuh anda akan mengendap dibawah kulit. Serelah mengendap dibawah kulit selama bertahun – tahun maka kulit akan mengalami kerusakan. Efeknya anda akan merasakan kulit mulai memunculkan warna biru kehitaman. Bahkan parahnya merkuri juga dapa memicu penyakit kanker yang sangat berbahaya.

Selain itu bagi ibu hamil merkuri dapat membuat pertumbuhan janin yang ada didalam perut dan memicu timbulnya sebuah keguguran ataupun kemandulan. Pengguna merkuri jangka panjang akan mengalami flek hitam pada kulit yang semakin lama akan semakin memucat atau memudar. Walaupun penggunaan sudah berhenti flek tersebut tak dapat hilang begitu saja justru flek akan terus bertambah hingga melebar kebagian kulit yang lainnya.

Diantara berbagai macam jenis logam berat yang ada selama ini merkuri merupakan salah satu logam yang merupakan bahan pencemar yang sangat berbahaya. Merkuri yang mengendap dan tersimpan pada tubuh akan menimbulkan inhibisi enzym yang akan megakibatkan kerusakan sel yang bersifat permanen. Dengan mengetahui bahaya tersebut tentu saja anda tak ingin mengalami efek samping penggunaan merkuri. Sehingga penting bagi anda untuk tetap waspada dan berhati hati dalam menggunakan kosmetik kecantikan terutama pemutih. Pastikan kosmetik tersebut memiliki izin resmi dari BPOM agar anda tetap aman ketika menggunakan kosmetik tersebut.

2. Hydroquinon

Hydroquinon adalah jenis zat reduktor yang mudah larut kedalam air dan juga enzim. Biasanya hydroquinon dimanfaatkan untuk melakukan proses cuci cetak foto. Molekul kimia yang dimiliki oleh hydroquinon menyerupai karbol. Biasanya hydroquinon juga digunakan sebagai obat untuk mengatasi hiperpigmentasi yang sering terjadi pada kulit. Hiperpigmentasi sendiri adalah terjadinya penggelapan pada bagian – bagian kulit tertentu yang biasanya terjadi setelah adanya peradangan. Seperti contohnya bekas jerawat, bekas luka, bintik – bintik coklat karena sinar matahari dan masih banyak lagi yang lainnya. Tak hanya akibat adanya peradangan biasanya penggelapan juga terjadi pada ibu hamil yang dipengaruhi oleh hormonnya. Hydroquinon sendiri dipercaya dapat memperlambat produksi dari pigmen melanin dan membuat kulit menjadi lebih cerah dan bebas dari flek hitam. Sehingga tak heran jika hydoquinon sering digunakan sebagai salah satu komposisi kosmetik pemutih kulit.

Bahaya Hydroquinon

Pada dasarnya hydroquinon adalah salah satu bahan kimia yang sangat kuat dan berbahaya. Jika digunakan pada kulit secara terus menerus maka kulit akan terkikis dan menjadi tipis serta secara perlahan mengelupas dengan sendirinya. Pada ilmu kesehatan penggunaan hydroquinon hanya diperbolehkan dengan takaran sebesar 2% saja atau 4% itupun harus didampingi dengan dokter yang terkait. Bahkan faktanya para pakar kecantikan juga melarang penggunaan zat kimia yang satu ini.

Efek samping yang ditimbulkan ketika tetap menggunakan Hydroquinon adalah kulit akan seperti terbakar dan terlihat sangat memerah. Pada waktu yang lain kulit juga bisa berwarna lebih gelap dan secara berangsur gelap tersebut akan berkurang dan menjadi lebih cerah. Namun jika digunakan terus menerus sebaliknya akan muncul bintik kecoklatan atau kehitaman yang semakin banyak. Bahkan bintik kuning yang bisa disebut dengan okronosis juga akan muncul. Bintik – bintik yang muncul akan bersifat permanen dan tak ada cara untuk mengembalikan ke bentuk semula.

Selain itu kulit anda juga sangat beresiko mengalami iritasi. Akan tetapi jika penggunaannya anda hentikan begitu saja maka efek yang ditimbulkan kulit anda akan semakin parah. Hal ini tentu saja tak ingin dialami oleh setiap perempuan. Sehingga penting bagi anda untuk menghindarai bahan kimia berbahaya yang dapat membuat banyak kerugian bagi kulit anda.

Dengan penjelasan diatas, kita harus lebih waspada dengan produk kosmetik yang ada dipasaran agar kulit kita tidak mengalami kerusakan akibat penggunaan produk  yang mengandung  merkuri  dan hidroquinon.